1. Sekelompok wisatawan tertahan di suatu tempat asing di luar kota. Mereka hanya menemukan
bahan makanan yang kedaluwarsa. Karena lapar, mereka terpaksa menyantapnya, meskipun sebelumnya
dicobakan dulu kepada seekor anjing yang ternyata menikmatinya dan tak terlihat efek sampingnya.
Keesokan harinya, ketika mendengar anjing itu mati, semua orang menjadi cemas. Banyak yang mulai
muntah dan mengeluh badannya panas atau terserang diare. Seorang dokter dipanggil untuk merawat
para penderita keracunan makanan. Kemudian sang dokter mulai mencari sebab-musabab kematian si
anjing yang dijadikan hewan percobaan tersebut. Ketika dilacak, eh ternyata anjing itu mati karena
terlindas
mobil.
Apa yang menarik dari cerita di atas?
Ternyata kita bereaksi menurut apa yang kita pikirkan, bukan berdasarkan kenyataan itu sendiri. We
see the world as we are, not as it is. Akar segala sesuatu adalah cara kita melihat. Cara kita
melihat mempengaruhi apa yang kita lakukan, dan apa yang kita lakukan mempengaruhi apa yang kita
dapatkan.
Ini disebut sebagai model See-Do-Get. Perubahan yang mendasar baru akan terjadi ketika ada perubahan
cara melihat.
2. Kisah menarik lainnya mengenai sepasang suami-istri yang telah bercerai. Suatu hari, Astri,
nama wanita ini, datang ke kantor Roy, mantan suaminya. Saat itu Roy sedang melayani seorang
pelanggan. Melihat Astri menunggu dengan gelisah, pimpinan kantor menghampirinya dan mengajaknya
berbincang-bincang. Si Bos berkata, "Saya begitu senang, suami Anda bekerja untuk saya. Dia seorang
yang sangat berarti dalam perusahaan kami, begitu penuh perhatian dan baik budinya."
Astri terperangah mendengar pujian si bos, tapi ia tak berkomentar apa-apa. Roy ternyata mendengar
komentar si bos. Setelah Astri pergi, ia menjelaskan kepada bosnya,
"Kami tak hidup bersama lagi sejak 6 bulan lalu, dan sekarang dia hanya datang menemui saya bila ia
membutuhkan tambahan uang untuk putra kami."
Beberapa minggu kemudian telepon berbunyi untuk Roy. Ia mengangkatnya dan berkata, "Baiklah Ma, kita
akan melihat rumah itu bersama setelah jam kerja." Setelah itu ia menghampiri bosnya dan berkata,
"Astri dan saya telah memutuskan memulai lagi perkawinan kami. Dia mulai melihat saya secara
berbeda, tak lama setelah Bapak berbicara padanya tempo hari."
Bayangkan, perubahan drastis terjadi semata-mata karena perubahan dalam cara melihat. Awalnya, Astri
mungkin melihat suaminya sebagai seorang yang menyebalkan, tapi ternyata di mata orang lain Roy
sungguh menyenangkan. Astrilah yang mengajak rujuk, dan mereka kembali menikmati rumah tangga yang
jauh lebih indah dari sebelumnya.
Segala sesuatu yang kita lakukan berakar dari cara kita melihat masalah. Karena itu, bila ingin
mengubah kehidupan
kita, kita perlu melakukan revolusi cara berpikir.
Stephen Covey pernah mengatakan: "Kalau Anda menginginkan perubahan kecil dalam hidup, garaplah
perilaku Anda, tapi bila Anda menginginkan perubahan-perubahan yang besar dan mendasar, garaplah
paradigma Anda."
Covey benar, perubahan tidak selalu dimulai dari cara kita melihat (See), tetapi juga bisa dimulai
dari perilaku kita (Do). Namun, efeknya sangat berbeda.
3. Ini contoh sederhana dari apa yang disampaikan Covey di atas.
Seorang anak bernama Alisa yang berusia empat tahun selalu menolak kalau diberi minyak ikan.
Padahal, itu diperlukan untuk meningkatkan perkembangan otak dan daya tahan tubuhnya. Betapapun
dibujuk, ia tetap menolak. Dengan maksud baik, kadang-kadang ia dipaksa menelan minyak ikan. Ia
menangis dan meronta-ronta.
Usaha tersebut memang berhasil memaksanya, tapi ini bukan win-win solution. Si orang tua menang, ia
kalah. Ini pendekatan yang dimulai dengan Do. Maka ditemukanlah cara lain yaitu dengan mengubah
paradigma Alisa.
Si orangtua tahu Alisa sangat suka sirup, karena itu minyak ikan tersebut diaduk dengan air dalam
gelas. Ternyata, ia sangat gembira dan menikmati "sirup" minyak ikan itu. Bahkan, sekarang ia tak
mau mandi sebelum minum "sirup" tersebut.
Contoh sederhana ini menggambarkan proses perubahan yang ersifat inside-out (dari dalam ke luar).
Perubahan ini bersifat sukarela dan datang dari Alisa sendiri. Jadi, tidak ada keterpaksaan.
Inilah perubahan yang diawali dengan See. Perubahan yang dimulai dengan Do, bersifat sebaliknya,
yaitu outside-in. Perubahan seperti ini sering disertai penolakan. Jangankan dengan bawahan, dengan
anak kecil seperti Alisa saja, hal ini sudah bermasalah.
Pendekatan hukum bersifat outside-in dan dimulai dengan Do. Orang tidak korupsi karena takut akan
hukumannya, bukan karena kesadaran. Pada dasarnya orang tersebut belum berubah, karena itu ia masih
mencari celah-celah yang dapat dimanfaatkannya.
Pendekatan SDM berusaha mengubah cara berpikir orang. Akar Korupsi sebenarnya adalah pada cara orang
melihat. Selama jabatan dilihat sebagai kesempatan menumpuk kekayaan, bukannya sebagai amanah yang
harus dipertanggungjawabkan, selama itu
pula korupsi tak akan pernah hilang.
Inilah pendekatan inside-out. Memang jauh lebih sulit, tetapi efek yang dihasilkannya jauh lebih
mendasar. Cara kita melihat masalah sesungguhnya adalah masalah itu sendiri.
Karena itu, untuk mengubah kehidupan, yang perlu Anda lakukan cuma satu: "Ubahlah cara Anda melihat
masalah".
Mulailah melihat atasan yang otoriter, bawahan yang tak kooperatif, pelanggan yang cerewet dan
pasangan yang mau menang sendiri sebagai tantangan dan rahmat yang terselubung. Orang-orang ini
sangat berjasa bagi Anda karena dapat membuat Anda lebih kompeten, lebih profesional, lebih arif dan
lebih sabar.
John Gray, pengarang buku Men Are from Mars and Women Are from Venus, melihat masalah dan kesulitan
dengan cara yang berbeda. Ujarnya, "Semua kesulitan sesungguhnya merupakan kesempatan bagi jiwa
kita untuk tumbuh."