Musyawarah …
Musyawarah bukan untuk mencari kemenangan, tetapi u mencari yang terbaik. Musyawarah sungguh indah, bukan saja dalam substansi dan dampaknya, tapi juga asal katanya. Kata tersebut pada mulanya digunakan dalam arti "mengeluarkan madu dari sarang lebah" artinya : membahas bersama-sama dengan maksud mencapai keputus dan penyelesaan bersama dalam bentuk yang sebaik-baiknya.
Saat bermusyawarah atau berkomunikasi, pasangan perlu mengetahui secara benar kebutuhan dirinya serta memiliki keterampilan menyampaikan pandangannya secara baik. Terkadang kelemahan dalam menyampaikan pandangan, kebutuhan atau keinginan, menjadikan mitra bicara menduga sesuatu yang lain , sehingga menolak apa yang seharusnya dapat diterima.
Masing-masing pihak juga harus dapat mendengar secara efektif dari pasangannya, sehingga tidak segera memberi penilaian baik atau buruk terhadap gagasan yang disampaikan kepadanya. Nah, setelah itu barulah bersama-sama mencari penyelesaian yang terbaik, yang didasai oleh saling pengertian, tidak menuntut untuk menang sendiri, tidak pula harus terus menerima dan mengalah.
untuk mengetahui sampai dimana di mana kesiapan seseorang untuk menyukseskan musyawarah berikut ini penulis pilihkan lima pertanyaan dari sekian pertanyaan yg dapat dijadikan indikator ttg hal diatas.
1. Apakah ada dorongan yang kuat dalam diri Anda untuk segera menyelesaikan silang pendapat Anda saat terjadinya.
2. Apakah Anda merasa bahwa kehidupan perkawinan Anda lebih penting daripada membuktikan kebenaran pandangan Anda - dalam perselisihan itu?
3. Apakah Anda bersedia mundur selangkah atau beberapa langkah saat terjadi silang pendapat dengan pasangan Anda.
4. Apakah Anda menilai silang pendapat antara Anda dengan pasangan dapat merupakan salah satu cara untuk lebih memantapkan kehidupan perkawinan
Anda?
5. Apakan Anda berfikir dengan kata ::kita:: ketika merencanakan masa depan?
JIka Anda menjawab "ya: maka Anda telah berada di jalan benar guna meraih kebahagiaan hidup rumah tangga.